Monday, November 03, 2008

Sulur Nostalgi

Tak terasa satu dekade berlalu sudah
Dan waktu ini masih terasa kental menampar wajah
Jiwa ini batu dan kubiarkan dia beku

Sejuta kerakal mengikis gurat-gurat sunyiku
Angin menyayat lagi waktu yang tak lagi menunggu
Dan nuansa yang timbul hilang dalam imagi tentangmu

Kubiarkan masa yang memadat dalam gelap menyeretku dalam cangkir kenangan lama
Menikmati kopi-kopi yang sudah tidak lagi terasa
Saat menarikan malam meniru kupu-kupu
Kembara kumba dalam sari warnamu

Seranta kuhempas nafas untuk memecahkan kristal perangkap waktu
Tak lagi dia tak lagi aku tentangnya
Tak lagi hidup ini untuk mengenalmu

Jakarta, October 2008

1 comment:

Wira said...

Heheheh...

Adakah perkawinanmu dengan kerinduan angin telah melahirkan sajak ini?

Salam.